SISTEM HORMON PADA IKAN
No: 06-Blg/BS/1102/2022.
SISTEM HORMON PADA IKAN
Oleh : Aldino Gibran Lubis, S.Pi
Tanggal : 11 Februari 2022.
Hormon
merupakan zat kimia yang di hasilkan oleh kelenjar endokrin atau
kelenjar buntu yang mempunyai efek tertentu pada aktivitas organ – organ
lain dalam tubuh. Kelenjar ini merupakan kelenjar yang tidak mempunyai
saluran sehingga sekresinya akan masuk aliran darah dan mengikuti
peredaran darah. Apabila sampai pada suatu organ maka hormone akan
merangsang terjadinya perubahan.
Pada
hewan, hormon yang paling dikenal adalah hormon yang di hasilkan oleh
kelenjar endokrin vertebrata, walaupun demikian, hormone dihasilkan oleh
hampir semua system organ dan jenis jaringan pada tubuh hewan. Molekul
hormone dilepaskan langsung ke aliran darah. Walaupun demkian, ada juga
hormon yang disebut ektohormon yaitu hormone yang tidak langsung
dialirkan dalam darah, melainkan melalui sirkulasi atau difusi ke sel
target.
A. Pengertian Hormon
Hormon
adalah zat yang dilepaskan ke dalam aliran darah dari suatu kelenjar
atau organ, yang mempengaruhi kegiatan di dalam sel-sel.sebagian besar
hormon merupakan protein yang terdiri dari rantai asam amino dengan
panjang yang berbeda-beda. sisanya merupakan steroid, yaitu zat lemak
yang merupakan derivat dari kolesterol.
Hormon
dalam jumlah yang sangat kecil bisa memicu respon tubuh yang sangat
luas.hormon terikat kepada reseptor di permukaan sel atau di dalam sel.
ikatan antara hormon dan reseptor akan mempercepat, memperlambat atau
merubah fungsi sel. pada akhirnya hormon mengendalikan fungsi dari organ
secara keseluruhan.
B. Sistem Hormon
Kelenjar
endokrin ikan mencakup suatu sistim yang mirip dengan vertebrae yang
lebih tinggi tingkatannya. Namun, ikan memiliki beberapa jaringan
endokrin yang tidak didapatkan pada vertebrata yang lebih tinggi,
misalnya Badan Stanius yang memiliki fungsi sebagai kelenjar endokrin
yang membantu dalam proses osmoregulasi.
Kerja
hormon menyerupai kerja syaraf, yaitu mengontrol dan mengatur
keseimbangan kerja organ-organ di dalam tubuh. Namun, kontrol kerja
syaraf lebih cepat dibanding dengan kontrol endokrin. Hormon yang
dihasilkan oleh kelenjar yang berasal dari ektodermal adalah protein,
peptida, atau derivat dari asam-asam amino, dan hormone yang dihasilkan
oleh kelenjar yang berasal dari mesodermal (gonad, korteks ardenal)
berupa steroid.
C. Hormon Pada ikan
C.1 Kelenjar Pituitary
Kelenjar
ini disebut pula hypophysa terletak di bawah dienchephalon. Suatu
tangkai yang menghubungkan atara kelenjar ini dengan dienchepalon
disebut Infundibulum. Kelenjar ini walaupun kecil, fungsi dan
strukturnya merupakan organ tubuh yang sangat rumit dan sulit.
Pada
stadia embrionik, kelenjar ini berasal dari gabungan elemen neural yang
tumbuh ke bawah dari diencephalon dan elemen epithel (kantung Rathke)
yang tumbuh ke atas dari bagian dorsal rongga mulut. Pertumbuhan dari
hypophysa, berasal dari dua macam organ, yaitu: Neurohypophyse dan
Adenohypophyse. Neurohypofise dibentuk dari bagian alas dienchephalon
(Infundibulum) sedangkan Adenohypophyse, terbentuk dari perlekukan
bagian ektodermal dari rongga mulut embrio (stomodaeum), disebut kantong
hypophyse atau kantung Rathke. Hubungannya dengan rongga mulut akan
hilang setelah pertumbuhannya selesai.
Neurohypophyse
memiliki struktur berupa serabut-serabut yang sejajar, berasal dari
hypothalamus di dalam otak. Fungsi dari bagian hypophysa ini
mengeluarkan horman ke dalam hypothalmus dan diteruskan ke
neurohypophyse oleh sel-sel neorosekresi dan masuk ke dalam aliran
darah. Adenohypophyse terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu: pars
distalis atau lobes anterior, merupakan bagian yang terbesar, lebih
konstan dan aktif dari yang lain. Pars intermedia kehadirannya
bervariasi dan fungsinya diketahui mengontrol melanophora dan mungkin
juga dalam melanogenesis.
Neurosekresi
dari hypothalamus (oxytocyn dan vasetocyn) disimpan dan dikeluarkan
oleh neurohypofise. Sekeresi ini berperan dalam osmoregulasi dan
reproduksi. Adenohypophyse mengandung beaneka sel pembuat hormon. Hormon
hormon yang disekresikan oleh pars distalis adalah prolactin ikan
(penting dalam pengaturan Na ikan air tawar), hormon pertumbuhan,
carticothropyn (ACTH), gonadothropyn dan thyrotropyn. Kelenjar pituitary
sering diberi gelar kelenjar induk (master gland) karena banyak
menpengaruhi kegiatan kelenjar lainnya.
C. 2 Kelenjar Thyroid
Semua
vertebrata mempunyai kelenjar thyroid. Sebagian besar ikan bertulang
sejati dan Cyclostomata terdiri dari folikel-folikel yang relatif
menyebar di dekat aorta ventral, arteri branchialis affarent, jantung,
insang, kepala ginjal, limp, otak atau mata. Pada Elasmobranchii dan
beberapa ikan bertulang sejati thyroid merupakan kelenjar tersendiri
yang dikelilingi oleh jaringan pengikat.
Hormon
thyroid mempunyai beberapa fungsi fisiologik dan beberapa fungsi
lainnya yang belum diketahui, namun terbukti bahwa ia mampu mempengaruhi
laju konsumsi oksigen, membantu pengendapan guanin dalam kulit, dan
mengubah metabolisme nitrogen dan karbohidarat. Ia juga telah diketahui
mempengaruhi sistem dan fungsi saraf dan proses osmoregulasi.
C.3 Kelenjar Parathyroid
Bagian
sekresi dari kelenjar parathyroid berdiferensiasi dari epithel kantong
farings ketiga dan keempat. Ini berarti kantong-kantong farings
mempunyai andil dalam pembentukan jaringan kelenjar. Hormon parathyroid
adalah polipetida yang dinamakan parathormon yang berfungsi mengatur
kadar kalsium, dan sedikit menentukan kadar fosfor di dalam darah.
Kalsium akan menghilang jika dari darah dan terjadi kejang otot jika
hormon ini tidak ada.
Jaringan
kelenjar pada Cylostomata dan bangsa ikan, yang homolog dengan
parathyroid telah ditemukan, namum fungsinya belum diketahui pasti.
(hildenbran, 1974).
C.4 Jaringan Interrenal (Adrenal Cortex)
Pada
ikan Osteichthyes, jaringan yang ekivalen atau homolog dengan adrenal
cortex atau pada vertebrata tingkat tinggi. Strukturnya sama dengan
gonad dalam hal produksi hormonnya yang mengandung steroid, dan
asal-usul embriologinya. Jaringan korteksnya merupakan derivat dari
mesoderm yang membatasi rongga solom dekat tempat berasalnya pematang
genital.
Pada
Elasmobranchia, jaringan ini bentuknya memanjang terletak pada bagian
belakang ginjal. Sedangkan pada kelompok-kelompok sel yang tersebar di
sepanjang vena cardinalis. Sel-sel yang menyerupai sel adrenocortical
didapatkan pada dinding vena cardinalis ikan lamprey. Jaringan
interrenal mensekresikan hormon adrenocorticosteroid yang mengontrol
proses osmoregulasi dengan cara mempengaruhi ginjal, insang dan saluran
gastrointestinal, dan mempengaruhi metabolisme protein dan karbohidrat.
Jaringan
interrenal pada Cyclostomata, tersebar sepanjang vena cardinalis
posterior dan vena lainnya. Pada Teleostei jaringan interrenal menyebar,
tetapi selalu membentuk bintik-bintik noda yang terdapat di dekat atau
pada kepala ginjal.
C. 5 Jaringan Chromaffin
Jaringan
ini banyak tersebar di dalam badan beberapa vertebrata. Sel-sel
chromaffin pada ikan bertulang sejati tersebar di sepanjang vena
poscardinalis dan dimungkinkan perluasannya tercampur dengan sel
interrenal. Jaringan chromaffin pada Elasmobranchii menyatu dengan saraf
simpathetic dan aorta dorsalis, terletak di depan jaringan interrenal.
Khromaffin
dan jaringan medulla dimasuki serabut preganglion dari sistem saraf
otonom. Saraf ini dan kelenjar endokrin Adrenal medulla, keduanya
sebagai derivat endokterm dari neural krest embrio, dan semuanya
menggetahkan adrenalin dan non adrenalin. Jaringan ini mensekresikan
adrenalin mengadakan respon terhadap hormon ini dalam berbagai cara,
seperti menaikkan kadar gula dalam darah dan menaikkan tekanan darah,
konsentrasi melanin dalam melanophora, serta merintangi otot polos.
Kerja hormon ini menyerupai sistem kerja saraf simpathetic, yang mana
hormon ini sangat erat hubungannya. Distribusi jaringan khromaffin di
dalam tubuh dapat terletak di dekat tetapi terpisah dari jaringan organ
interrena, dapat juga tercampur dengan jaringan interrenal atau korteks
adrenal.
C. 6 Kelenjar Ultimobranchial
Kelenjar
ini homolog dengan kelenjar parathyroid pada mammalia. Pada ikan
bertulang sejati kelenjar ini terletak di bawah esophagus dekat sinus
venosus. Pada Elasmobranchii kelenjar ini terletak pada sisi kiri bawah
pharynx. Kelenjar ini mensekresikan hormon calcitonin, yang berperan
dalam metabolisme kalsium. Ultimobranchial yaitu derivat dari sepasang
kantong farings yang paling belakang, dan corpusculus stanus terletak
pada bagian posterior dari ginjal Teleostei.
C. 7 Gonad
Dari
struktur dan pertumbuhannya, gonad merupakan kelenjar endokrin.
Kelenjar seks ikut dalam sekresi steroid, hal ini sangat penting dalam
pemijahan, pembuatan sarang, dan aspek-aspek tingkah laku reproduksi
lainnya. Estrogen mengontrol pertumbuhan dan perkembangan dari sistem
genital betina, dan mengatur sifat-sifat seksual sekunder.
Sel-sel
interstisial dari testis menghasilkan hormon-hormon jantan dan secara
keseluruhan dinamakan Androgen. Androgen diperlukan untuk pertumbuhan
diferensiasi, dan berfungsinya saluran-saluran genitalia jantan, organ
kopulasi, dan tingkah laku seksual dan pemijahan.
Semua
hormon gonad mempunyai hubungan timbal balik yang kompleks dengan
hypophyse. Beberapa ditujukan terhadap fungsi jaringan interrenal atau
jaringan korteks atau terhadap aktivitas thyroid atau badan pineal.
C.8 Pulau-pulau Langerhans
Pada
ikan bertulang sejati biasanya jaringan ini terdapat di pyloric caeca,
usus kecil, limpa dan empedu. Jaringan ini menghasilkan insulin yang
berperan penting dalam metabolisme karbohidrat dan dalam pengubahan
glukosa menjadi glycogen, dan dalam oksidasi glukosa dan pembuatan
lemak.
C. 9 Badan Pineal
Organ
pineal pada puncak otak atau pada bagian atas dienchepalon merupakan
fotoreseptor. Sekresi yang dihasilkan oleh badan pineal adalah melatonin
yang mengumpulkan melanin. Bila jaringan ini dihilangkan maka akan
membawa perubahan dalam pertumbuhan.
Ikan
terutama Teleostei, pada ekornya terdapat pembekakan ventral pada
medulla spinalisnya. Secara histologis, pembengkakan ini mempunyai
kesamaan dengan neurohypophyse dan dinamakan urohypophysa. Pembengkakan
ini diperkirakan mempunyai fungsi endokrin, dalam hal mengatur tekanan
osmose di dalam tubuh.
C. 10 Badan Stanius
Kelenjar
ini memilik fungsi sebagai kelenjar endokrin yang sekresi sekresinya
diduga ikut dalam proses penyesuaian tekanan osmotik lingkungan dengan
tekanan osmotik cairan tubuh pada ikan (osmoregulasi).
Kelenjar
endokrin ikan mencakup suatu sistim yang mirip dengan vertebrae yang
lebih tinggi tingkatannya. Namun, ikan memiliki beberapa jaringan
endokrin yang tidak didapatkan pada vertebrata yang lebih tinggi,
misalnya Badan Stanius yang memiliki fungsi sebagai kelenjar endokrin
yang membantu dalam proses osmoregulasi.
Kerja
hormon menyerupai kerja saraf, yaitu mengontrol dan mengatur
keseimbangan kerja organ-organ di dalam tubuh. Namun, kontrol kerja
saraf lebih cepat dibanding dengan kontrol endokrin. Hormon yang
dihasilkan oleh kelenjar yang berasal dari ektodermal adalah protein,
peptida, atau derivat dari asam-asam amino, dan hormon yang dihasilkan
oleh kelenjar yang berasal dari mesodermal (gonad, korteks ardenal)
berupa steroid.
DAFTAR PUSTAKA
XX.
Lagler, K.F., J.E. Bardach, R.R. Miller and D.R.M. Passino. 1977.
Ichthyology. Second edition. John Wiley & Sons, New York
YY. Love, M.S. and G.M. Cailliet (eds.). 1979. Readings in Ichthyology. Prentice-Hall of India Private Limited, New Delhi
ZZ.Moyle,
P.B. and J.J. cech, Jr. 1988. Fishes. An Introduction to Ichthyology.
Second edition. Prentice Hall, Englewood Cliffs, New Jersey.
AAA. Nelson, J.S. 1976. Fishes of the World. John Wiley and Sons, New York.
YY. Rahardjo, M.F. 1980. Ichthyologi. Departemen Biologi Perairan, Fakultas Perikanan, IPB

Komentar
Posting Komentar